<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550</id><updated>2011-12-16T11:10:35.908+07:00</updated><category term='tentang cinta'/><category term='krisis PeDe'/><category term='Psikologi Anak'/><category term='Psikologi umum'/><category term='kecewa'/><category term='Politik'/><category term='alam'/><category term='News'/><category term='sosial'/><category term='Amarah'/><title type='text'>JOURNALISTS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-6979386303989217078</id><published>2010-04-12T23:51:00.000+07:00</published><updated>2010-04-12T23:51:24.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>DEMOKRASI DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan lengsernya Soeharto di bumi pemerintahan Indonesia kali ini Bumi Indonesia bersibuk ria dengan perebutan kursi parlemen di pemerintahan. Hingga setelah pemerintahan BJ Habibi,Dilanjutkan oleh Gusdur,Megawati,hingga SBY.semua berjalan tanpa terasa dengan Pondasi Demokrasi yang secara tidak langsung dipaksakan untuk berdiri.Padahal dengan Bendera demokrasi Rupanya masyakat Indonesia benar-benar harus mendidik diri masing-masing tentang hakikatnya demokrasi,Apakah demokrasi itu? Maka itulah pertanyaanya.Namun sekitar 12thn Berdirinya kemerdekaan demokrasi di Indonesia,rupanya masih belum cukup dari para pemimpin diparlemen,dan masyarakat kita,untuk mendalami makna demokrasi yang ada sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Demokrasi,seperti pada umumnya yang sudah diketahui oleh kita bahwa demokrasi adalah bagian dari kaum kita sebagai masyarakat bisa dapat Andil terjun langsung dengan bendera kebebasan berpendapat tanpa dikurung dengan rambu-rambu larangan yang mengikat kebebasan itu sendiri.Namun arti makna itu sebenarnya tidak cukup sampai disitu saja karna masih banyak pasal-pasal atau bahkan BAB yang belum diterjemahkan.Akan tetapi jika penerjemahan itu kita baca dan kita pelajari,maka banyak sekali ketidak mampuan kita untuk menahan diri.karena sebagian dari pada hukum demokrasi menurut saya adalah bagaimana kita bisa berjiwa besar dalam menerima keputusan yang sudah diambil oleh Hak-hak tertentu apa saja yang menyangkut dengan pemerintahan.karna selain Negara,bahkan Rumah tangga pun sebagai liputan personifikasi Demokrasi yang ada.Untuk menjadi kepala rumah tangga contohnya,maka tuntutanya adalah kita bisa dapat bijaksana,Adil,Dewasa,Dan selalu siap menghadapi resiko permasalahan yang ada di lingkup rumah tangga itu sendiri.tanpa harus melarikan diri dari masalah itu sendiri atau bahkan mengkambing hitamkan orang lain.dengan arti kata,kita melempar kesalahan kita kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nah Dalam Bab ini,Anda pasti sudah tahu bahwa saya membawa Anda dalam pemikiran apa yang semestinya dilakukan oleh jiwa demokrasi.Untuk Koridor Demokrasi itu sendiri tidak cukup dengan Pemimpin kita saja yang di liputi Hak dan kewajibanya, sebagai pemimpin.Namun Kesediaan kita sebagai Warga Negara Yang baik Yaitu Menjaga keutuhan Berbangsa dan bertanah air hingga satu untuk selamanya.Jika terjadinya perpecahan dan perbedaan pendapat itu adalah hal yang harus ada dalam tubuh demokrasi.Namun koridor saling menghargai dan menghormati adalah Langkah Jitu sebagai Orang yang menghargai Negeri Indonesia Ini.Namun Jika kita dapatkan Para pemimpin yang tidak bijaksana,atau pun Arogansi,Atau bahkan selalu menampakan keunggulan dirinya tanpa melihat bahwa ada orang lain yang dirugikan,maka Kita sendiri pasti akan Tahu jawabanya.yaitu sangat tidak cocok sekali Untuk kita benarkan Dia sebagai pemimpin kita.&lt;br /&gt;Lalu dari semua itu maka timbulah pertanyaan dalam hati kita pastinya.Seperti apasih Pemimpin Negara,Parlemen,atau lainya,yang pantas kita jadikan panutan,maka Ayo terus baca tulisan saya ini ke halamn selajutnya tentang ciri-ciri Pemimpin yang patut untuk Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepada Para Pembaca yang budiman…Ini adalah sebuah ringkasan Ide pemikiran yang sengaja saya buat Tentang Kehidupan Di dunia ini dari segala kejadian yang terjadi selama saya hinggap di dunia.Dan Mohon maaf atas semua pihak jika tulisan saya ini,sudah menyinggung Institusi Anda Namun,Sebagai Pintu koridor Demokrasi inilah saya berbicara atas hati nurani.Bukan Artikel Hasil COPAS (Copy Paste) Atau pastinya bukan hasil karya orang lain.melainkan murni pemikiran saya tentang semua maslah hidup yang saya tatap dari kacamata PSIKOLOGI&lt;br /&gt;Apakah Ada yang bersependapat dengan saya… ??? silahkan Isi koment Anda dengan saran dan kritik sebelum anda melanjutkan membaca artikel saya yang lain tentang CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG LAYAK selamat meneruskan membaca.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-6979386303989217078?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/6979386303989217078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/04/demokrasi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/6979386303989217078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/6979386303989217078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/04/demokrasi-di-indonesia.html' title='DEMOKRASI DI INDONESIA'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-6649302146318811495</id><published>2010-02-21T21:30:00.002+07:00</published><updated>2010-02-21T21:37:36.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Kapolres Cibabat-Cimahi mengusung sepeda santai</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4E2apbIOQI/AAAAAAAAAQU/ZX8_Pc_rQxM/s1600-h/DSCN5626.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4E2apbIOQI/AAAAAAAAAQU/ZX8_Pc_rQxM/s320/DSCN5626.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;Tepatnya Hari Minggu tanggal 21 februari 2010 Kapolres Baru AKBP Rusdihartono Beserta beberapa jajaranya Membuat gebrakan Jalan santai.Yang berlokasi Di Kota Baru Bandung Barat.Mulai Start Dari Polres Cibabat cimahi lalu memotong jalan melalui pasar antri hingga finish di Kota baru.Dengan dimeriahkan Oleh Organ tunggal dengan Para artis lokal dan pembagian Hadiah doorprize berupa Motor,sepeda,dan lain-lain.dimana Even ini memang jarang sekali diadakan oleh Kapolren Cimahi sebelumnya.Menurut Staf nya Bpk Dhani mengatakan Bahwa "Kapolres Yang baru ini memang luar biasa karna selain Dia suka berolahraga dan beliau pun sering sekali mengadakan Pengajian keliling dihari rutinya Seorang kapolres yang Berasal dari Brebes ini memang jempol..he he ..."demikian kelakar Pak Dhani seorang Staf Yang bertugas Kapolsek Batujajar bandung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga saja Ini bisa menjadi contoh Kepada semua jajaran petinggi Polri Yang lain. sehingga masyarakat bisa terbiasa dengan suasana segar dengan berolahraga dan siraman rohaninya.hingga tidak melulu memikirkan politik yang semakin tajam di negri ini.dari masalah Century,masalah KPK,belum lagi masalah Bencana yang hampir rata diseluruh penjuru Negri ini.semoga anda yang terkena musibah dari banjir hingga Tanah longsor dsb,bisa tetap tegar menghadapi cobaan ini.Dan semoga Pejabat-pejabat kita bisa membantu memikirkan Nasib Rakyat ini dari pada Politik Yang tidak berkesudahan.(Adin)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4E4tTJi1jI/AAAAAAAAAQc/BqDoDe-QsXM/s1600-h/DSCN5624.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4E4tTJi1jI/AAAAAAAAAQc/BqDoDe-QsXM/s320/DSCN5624.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4FAba-Bx4I/AAAAAAAAAQk/Yrm_kSXk5cg/s1600-h/DSCN5632.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4FAba-Bx4I/AAAAAAAAAQk/Yrm_kSXk5cg/s320/DSCN5632.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;3 sepeda sekaligus dibawa oleh AKBP Rusdihartono&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-6649302146318811495?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/6649302146318811495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/kapolres-cibabat-cimahi-mengusung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/6649302146318811495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/6649302146318811495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/kapolres-cibabat-cimahi-mengusung.html' title='Kapolres Cibabat-Cimahi mengusung sepeda santai'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S4E2apbIOQI/AAAAAAAAAQU/ZX8_Pc_rQxM/s72-c/DSCN5626.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-8610243026992414741</id><published>2010-02-20T01:10:00.003+07:00</published><updated>2010-02-22T16:18:44.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis PeDe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tentang cinta'/><title type='text'>Tentang Cinta dan Pilihan.( Bab 1)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://i611.photobucket.com/albums/tt193/nathalia168/1025853472_0c2177c19f_m.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://i611.photobucket.com/albums/tt193/nathalia168/1025853472_0c2177c19f_m.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa artikel sebelumnya belum menceritakan tentang cinta.sesungguhnya cinta adalah anugrah pemberian dari Tuhan.Apapun bentuknya cinta namun kita bisa mengartikan tentang penggalan katanya .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada cinta dan sayang .sungguh ini ada pebedaanya dimana perbedaanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Cinta&amp;nbsp;&lt;/b&gt; : berawal dari hasrat berupa nafsu,ketertarikan atas sesuatu bisa terjadi saat kita memilih pasngan hidup kita bisa memilih sesuatu dengan rasa ketertarikan kita sendiri,seperti kecantikan,ketampanan atau penampilan semata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebagai contoh saya cinta indonesia,saya cinta rupiah,saya cinta padanya,atau pun lainya.semua yang dicontohkan itu sama sekali tidak dibenarkan kemurnian cintanya namun apakah itu?semua tergantung pada semua yang mengartikan tulisan ini..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Sayang&lt;/b&gt; : disini saya mengartikan sebagai sebuah rasa tingkat tinggi karna rasa ini kadang tidak sesuatu yg abstrax namun ada rasanya disinilah satu tingkatan cinta yang sudah mulai matang maka sesuatu yang disebut dengan sulitnya diungkap dengan kata-kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh kalau kita benar-benar sayang dengan adik,ayah,ibu,dan orang-orang terbaik kita namun suatu saat dia meninggalkan kita untuk selama-lamanya maka rasa itu akan dalam dengan berupa kesedihan yang menjadi selimut kita apa lagi jika itu kekasih kita.demikianlan sebuah rasa sayang yang saya jabarkan ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun apapun pilihan kita tentang cinta itu sebaiknya mengenal adalah sesuatu yang tidak wajib bagi suatu hubungan namun andai kita dapat lebih mengenal seseorang yang akan kita cintai itu alangkah bijaksananya jika kita bisa mengenalnya walau tidak sepenuhnya.karna sehebat-hebatnya masa-masa pacaran maka tidak akan sempurna dalam hal keterbukaanya.karna semua diliputi rasa saling menjaga,atau mungkin rasa malu kepada pasangan kita masing-masing.Lalu bagaimana kalau semua rahasia pasangan kita bisa terungkap?semua akan terungkap saat dia menjadi suami istri.diantara mereka bisa saling mengerti bau badan masing-masing karena mereka sudah mulai bersama setiap hari.namun berbeda dengan kondisi pacaran semua serba tertutup.seorang lelaki tampan datang dengan menggunakan kuda putih wow dia pangeran toh??lalu sebelum keberangkatanya dia mengunakan berbagai macam accessories dan mungkin pewangi mulut atau parfum lainya wow saat pacaaran yang sempurna saat kita lihat wanitanya seperti putri raja yang cantik anggun.sambil bersandar didada sang pangeran.lalu pangeran berucap "sayangku...kau adalah purnama bagiku,kau telah menerangi jiwaku,cobalah lihat bulan diatas itu sungguh indah sekali seperti indahnya wajahmu..oh putriku...aku akan rela mati demi kamu..."Ops apa itu namanya ?semua itu adalah sebuah kembangnya bercinta saat indah namun sempurnakah itu??saya rasa tidak juga..karna saat itu ada nafsu dalam diri mereka maka itulah yang disebut dengan "cinta" dalam tanda petik.untuk ukuran jaman sekarang ini,apa adaa kisah cinta romi dan juliet? ehm...mungkin juga ada tapi pastinya jarang sekali..jaman sudah berubah cintapun berkembang dengan arti sendirinya bahkan berbeda-beda ada yang begini dan begitu,.semua berkebang seperti dasar suasana hati pada saat itu,...untuk itu..kesempurnaanya adalah pada saat kita bisa lebih dekat dengan seseorang yang akan menjadi calon pendamping kita..semoga ini bisa menjadi bahan kita untuk menjadi manusia bijak dalam memilih pasangan hidup..selamat mencari pasangan..ehm..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-8610243026992414741?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/8610243026992414741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/tentang-cinta-dan-pilihan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/8610243026992414741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/8610243026992414741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/tentang-cinta-dan-pilihan.html' title='Tentang Cinta dan Pilihan.( Bab 1)'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-695326322575553508</id><published>2010-02-19T21:14:00.001+07:00</published><updated>2010-02-22T16:35:05.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><title type='text'>Problem cuaca dan permasalahanya</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:RG8X8XP4IIsB7M:http://syams.files.wordpress.com/2006/07/rain064.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:RG8X8XP4IIsB7M:http://syams.files.wordpress.com/2006/07/rain064.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir-akhir ini kondisi cuaca seringkali tidak stabil, sebentar  hujan, angin kencang tapi kadang juga panas terik. Cuaca bukan hanya  sekedar berpengaruh bagi kondisi alam, tetapi juga sangat mempengaruhi  kondisi fisik dan psikologis kita sebagai manusia. Secara fisik,  ketidakstabilan cuaca kadang membuat badan kita terkena penyakit flu,  batuk, demam dsb. Sedangkan secara psikologis kondisi cuaca juga sangat  mempengaruhi suasana hati kita. Pada saat cuaca cerah, biasanya kita cenderung bersemangat dan  menikmati aktivitas yang dilakukan. Sedangkan ketika cuaca sedang hujan  terus menerus atau bahkan disertai angin kencang, biasanya kita lebih  mudah marah, murung, atau sedih karena mungkin ada rencana yang tidak  terlaksana. Terkadang kita tidak menyadari bahwa cuaca adalah faktor  eksternal yang menjadi stimuli dari perubahan emosi yang kita alami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan terasa lebih menyenangkan apabila kita memahami dan  mengantisipasi pada saat-saat seperti ini. Sehingga kita tidak &lt;i&gt;bad  mood&lt;/i&gt; Jika kondisi alam sedang tidak bersahabat, lebih baik kita  mengendalikan suasana hati dengan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mengatur ulang jadwal yang sudah direncanakan dengan mengikuti  perkembangan ramalan cuaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan pada saat hujan sebelum  bepergian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menjaga kondisi badan dengan makan teratur, istirahat yang cukup  dan minum suplemen tambahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Hindari stress dengan rutin beribadah dan ikhlas menjalani  aktivitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Mencari aktivitas yang menyenangkan pada saat cuaca buruk dan  tidak memungkinkan untuk bepergian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-695326322575553508?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/695326322575553508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/problem-cuaca-dan-permasalahanya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/695326322575553508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/695326322575553508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2010/02/problem-cuaca-dan-permasalahanya.html' title='Problem cuaca dan permasalahanya'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-5640445532052150317</id><published>2009-11-03T21:15:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T20:31:39.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><title type='text'>menghadapi  insiden kritis jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="itemIntroText"&gt;     Dalam kehidupan sehari-hari, Kita sering menghadapi apa yang  dinamakan dengan insiden kritis. Insiden kritis merupakan suatu kejadian  atau situasi yang melibatkan emosi yang cukup besar, sehingga menuntut  keterampilan mengatasi/menghadapi masalah secara berbeda dengan  biasanya.&lt;br /&gt;Saat insiden kritis terjadi, individu yang mengalaminya merasakan  berbagai perasaan negatif seperti marah, kecewa, sedih, menyesal dan  lain sebagainya. Insiden kritis ini menyebabkan stress dan munculnya  luka psikologis pada individu. Beda dengan luka fisik yang terlihat,  luka psikologis tidak terlihat, hanya muncul lewat reaksi-reaksi, dimana  kadang kala individu sendiri tidak menyadari jika reaksi tersebut  disebabkan oleh stres insiden kritis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Item fulltext --&gt;          &lt;br /&gt;Banyak cara untuk menyembuhkan luka ini. Selain pemulihan dapat  dilakukan oleh individu pribadi lewat teknik-teknik manajemen stres  (misal: relaksasi), peranan orang lain yang berada di sekitar individu,  merupakan hal yang sangat penting. Respon orang-orang terdekat individu  turut menentukan apakah keadaan individu yang mengalami insiden kritis  tersebut menjadi bertambah baik, atau bahkan bertambah buruk.&lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan oleh orang lain, yang berada di sekitar  individu yang mengalami insiden kritis, yang dapat meringankan beban  orang tersebut? Apa yang dapat dilakukan oleh kita, saat sahabat, adik,  kakak, atau keluarga kita mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan?  Banyak orang yang merasa kebingungan bagaimana seharusnya bereaksi  secara tepat saat berhadapan dengan orang lain yang menghadapi insiden  kritis. Apakah cukup dengan mengatakan belasungkawa, menepuk-nepuk  pundak, merangkul, mendengarkan cerita berjam-jam atau ikut menyalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merespon orang lain di sekitar kita yang mengalami insiden  kritis, kita dapat memberikan bantuan awal psikologis (&lt;em&gt;Psychological  First Aid &lt;/em&gt;/ PFA).&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu meringankan  beban psikologis mereka yang terkena insiden kritis. Hal pertama yang  dapat dilakukan adalah &lt;strong&gt;menjauhkan individu dari bahaya yang  mengancam dan menyediakan kebutuhan primer yang mendesak&lt;/strong&gt; bagi  Individu tersebut. Langkah pertama ini dapat dilakukan terutama jika  Individu yang mengalami terlihat membutuhkannya, seperti misalnya pasca  terjadinya suatu kecelakaan, korban yang mungkin luka ringan, atau saksi  mata langsung kejadian, mungkin dapat dibantu untuk pindah ke tempat  yang lebih aman dan diberikan minuman. Kita juga dapat menawarkan  bantuan untuk membawa korban ke dokter, jika membutuhkan pengobatan  fisik.&lt;br /&gt;Hal kedua dan mungkin komponen paling penting dalam pertolongan  pertama psikologis adalah &lt;strong&gt;mendengarkan&lt;/strong&gt; apa yang  disampaikan oleh individu yang mengalami insiden kritis. Mereka yang  mengalami insiden kritis seringkali butuh untuk bercerita untuk membantu  meredakan ketegangan emosi yang dialami. Sebagai contoh misalnya saat  kita berkonflik dengan atasan atau rekan kerja, pasca kejadian tersebut  biasanya kita akan mencari orang terdekat untuk &lt;em&gt;curhat &lt;/em&gt;dan  melepaskan &lt;em&gt;uneg-uneg&lt;/em&gt;. Masalah &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt; ini sekilas  nampaknya sepele, hanya mendengarkan apa yang disampaikan dan dikeluhkan  oleh orang yang sedang bercerita. Namun ternyata dampak &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt;  dan cara kita menanggapi &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt; ini, bisa memperbaiki atau  malah memperparah kondisi psikologis orang yang bercerita tersebut.&lt;br /&gt;Bayangkan suatu saat setelah bertengkar dengan atasan atau rekan  kerja, anda kemudian pulang ke rumah dan dengan emosi yang berkecamuk  ingin segera menceritakan pada suami/sahabat tentang apa yang Anda alami  hari ini. Anda begitu bersemangat bercerita, namun kemudian tanggapan  suami atau sahabat seadanya saja, bahkan cenderung &lt;em&gt;cuek&lt;/em&gt;. Tidak  memperhatikan saat Anda berbicara, sibuk mengerjakan hal lain, atau  terlihat seperti mendengarkan, tapi ketika Anda meminta pendapatnya, dia  kelabakan karena pada dasarnya tidak mendengarkan dengan sepenuh hati  apa yang Anda katakan. Bagaimana perasaan Anda? Bertambah kesal dan  mungkin saja tersinggung tentunya. Terlebih lagi jika kemudian komentar  yang Anda dengar tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, seperti  berbalik menyalahkan Anda karena terlalu mudah terpancing dan lain  sebagainya. Rasanya mungkin saat itu Anda ingin berbalik memaki-maki  teman atau suami Anda itu.&lt;br /&gt;Lalu apa dan bagaimana sebenarnya mendengarkan yang tepat itu?  Mendengar yang baik atau mendengar aktif pada dasarnya melibatkan  seluruh pikiran, jiwa dan raga Anda pada saat proses mendengarkan.  Mendengar aktif melibatkan ketulusan dan kesungguhan untuk mendengar,  jadi tidak bisa dilakukan sambil lalu. Mendengar aktif juga melibatkan  dan memperhatikan bahasa verbal dan bahasa tubuh lawan bicara maupun  kita sendiri, dan berhati-hati dengan kesan yang ditimbulkannya. Seperti  misalnya tidak celingak-celinguk saat mendengarkan, atau tidak  memandang ke arah lain saat lawan bicara sedang berbicara.&lt;br /&gt;Selain itu mendengar aktif juga tidak menghakimi apa yang dikatakan  lawan bicara, meskipun mungkin bertentangan dengan nilai-nilai yang kita  anut. Misalnya tidak mengatakan &lt;em&gt;“aduh, kamu kok begitu sih? Mau aja  dibodoh-bodohin sama bos kamu!” &lt;/em&gt;pada saat mendengarkan cerita  teman tentang kelakuan si bos yang memarahi dia di depan umum.&lt;br /&gt;Mendengar aktif juga mencoba menggali dan merefleksikan kembali makna  dan emosi yang dialami oleh lawan bicara, sehingga lawan bicara  mendapatkan gambaran yang jelas dari apa yang dirasakannya. Seringkali  orang yang mengalami insiden kritis atau peristiwa yang tidak  menyenangkan, emosi negatif yang dialaminya bermacam-macam dan  bercampur-aduk. Mendengar aktif mencoba membantu mengidentifikasi emosi  tersebut sehingga orang yang bercerita mengetahui perasaan yang  dialaminya dan memperjelas apa yang dirasakan sebenarnya. Misalnya saat  dimarahi bos, dia menyadari yang dialaminya adalah perasaan malu karena  dimarahi di depan umum, sehingga menimbulkan marah pada bos yang telah  mempermalukannya di depan umum.&lt;br /&gt;Terdengar mudah? Tidak juga, karena pada praktiknya kita seringkali  merasa &lt;em&gt;gemas&lt;/em&gt; dan tidak sabar sehingga menjatuhkan penilaian  atau memotong apa yang disampaikan oleh lawan bicara karena menurut kita  tidak seharusnya dia bertindak demikian. Sulit? Tidak juga, karena hal  ini sebenarnya bisa dilatih dan dipraktikkan dalam kehidupan  sehari-hari.&lt;br /&gt;Hal lain yang penting diingat saat mendengar aktif adalah &lt;strong&gt;tidak  memaksa seseorang untuk bicara&lt;/strong&gt; atau menerima bantuan kita.  Kadang kala seseorang membutuhkan waktu untuk sendiri setelah peristiwa  kritis yang dialaminya. Berikan kesempatan tersebut padanya sembari  mengatakan bahwa kita akan selalu ada jika sewaktu-waktu dia ingin  bicara. Kehadiran kita, menemani dalam diam saja mungkin juga sudah  cukup menghibur dan meringankan luka psikologis yang dialaminya. Pada  prinsipnya sensitif dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang  mengalami insiden kritis, akan membantu kita mengambil tindakan yang  benar dalam membantunya.&lt;br /&gt;Tahap terakhir yang dapat dilakukan dalam pemberian bantuan awal  psikologis adalah &lt;strong&gt;membantu mereka yang mengalami insiden kritis  untuk kembali menjalani rutinitasnya&lt;/strong&gt;. Pada kasus-kasus insiden  kritis yang ringan, seseorang mungkin dapat pulih dengan cepat setelah  peristiwa yang dialaminya. Namun pada kasus-kasus tertentu, terutama  yang melibatkan kehilangan, seseorang terkadang membutuhkan bantuan  untuk memulai kembali rutinitasnya.&lt;br /&gt;Jagalah terus kontak dengan tetap menghubungi mereka yang mengalami  insiden kritis tersebut, untuk mengetahui hal-hal apa yang dapat&amp;nbsp;  menghambatnya untuk pulih seperti sebelumnya (kembali kepada rutinitas).  Kontak yang terjaga juga membantu individu untuk tidak merasa sendiri  dan menyadari bahwa ada banyak orang di sekitarnya yang peduli padanya.  Selain itu, dengan terjaganya hubungan, kita juga dapat&amp;nbsp; mengetahui  apakah individu ini membutuhkan bantuan lebih lanjut dari tenaga yang  lebih ahli dalam kesehatan mental untuk membantunya pulih. Hal ini untuk  mencegah masalah berkembang menjadi lebih sulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-5640445532052150317?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/5640445532052150317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/testimony.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/5640445532052150317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/5640445532052150317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/testimony.html' title='menghadapi  insiden kritis jiwa'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-7987184058907451328</id><published>2009-11-03T21:13:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T20:36:51.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Banjir dan musibah membuat krisis semua</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;Tinggal di bantaran  Sungai Ciliwung memiliki banyak risiko, terutama yang terkait dengan  banjir. Walaupun demikian, fakta lapangan menunjukkan masih banyak  masyarakat yang memilih untuk bertahan tinggal di bantaran sungai  Ciliwung. Perilaku masyarakat yang berhubungan dengan bencana sangat  dipengaruhi oleh pandangan mereka terhadap bencana itu sendiri atau  persepsi terhadap resiko bencana (Finnis, 2004). Hal ini salah satunya  dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian seseorang, yaitu: l&lt;em&gt;ocus  of control (LOC). &lt;/em&gt;LOC&lt;em&gt; &lt;/em&gt;menggambarkan kecenderungan  seseorang untuk menilai berbagai pengalamannya dalam kehidupan sebagai  sesuatu yang dapat dikendalikan oleh dirinya atau di luar kendali  dirinya sendiri (Rotter, 1966, dalam Vazquez &amp;amp; Marvan, 2003).        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Item fulltext --&gt;           &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="font-size: 10pt;"&gt;Karena itu, penelitian ini  mengupayakan untuk memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat DKI  yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung terhadap resiko bencana banjir  serta hubungannya dengan LOC.&amp;nbsp; Penelitian menggunakan metode survei  dengan 300 responden yang dipilih secara &lt;em&gt;random&lt;/em&gt; melalui teknik &lt;em&gt;clustering  sampling. &lt;/em&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar  partisipan penelitian mempersepsikan banjir sebagai sesuatu yang  beresiko tinggi bagi hidup mereka (86.5%). Partisipan yang berjenis  kelamin perempuan memiliki skor persepsi resiko banjir&lt;em&gt; &lt;/em&gt;yang  lebih tinggi dari pada pria. Partisipan yang berusia lebih tua memiliki  skor persepsi resiko yang lebih rendah daripada partisipan yang berusia  lebih muda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="font-size: 10pt;"&gt;Sebagian besar partisipan (98.3%)  menganggap bahwa pengalaman yang terjadi dalam hidup berada dalam  kendali dirinya (&lt;em&gt;internality&lt;/em&gt;). Selain itu, sebagian besar  partisipan (66.3%) menganggap bahwa hidupnya juga dikendalikan oleh  faktor-faktor yang berhubungan dengan nasib/keberuntungan. Hanya sedikit  partisipan (25.6%) yang menganggap bahwa hidupnya cenderung  diatur/dikendalikan oleh orang lain yang memiliki kekuasaan lebih dari  dirinya, seperti: pemerintah dan atasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN" style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="EN" style="font-size: 10pt;"&gt;Secara umum, kecenderungan  untuk menjelaskan pengalaman hidup terkait banjir sebagai sesuatu yang  terjadi karena faktor nasib/keberuntungan lebih banyak digunakan (37.3%  responden) daripada penjelasan yang lain (kendali dari dalam diri/orang  lain yang lebih berkuasa). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa  LOC tidak cukup untuk dapat menjelaskan persepsi resiko masyarakat. Ada  faktor lain yang mempengaruhi persepsi resiko banjir, seperti  karateristik bencana, kerugian yang pernah dialami, dan lingkungan  sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.puskrispsiui.or.id/"&gt;by fakulas psikologi &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-7987184058907451328?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/7987184058907451328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/syarat-syarat-dan-peraturan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/7987184058907451328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/7987184058907451328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/syarat-syarat-dan-peraturan.html' title='Banjir dan musibah membuat krisis semua'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-5110643590108684974</id><published>2009-11-03T21:10:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T20:44:38.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis PeDe'/><title type='text'>Menghadapi trauma dan permasalahnya</title><content type='html'>&lt;div class="itemIntroText"&gt;     Orang yang mengalami langsung&amp;nbsp; suatu peristiwa traumatis seperti  bencana alam yang besar sangat mungkin mengalami gangguan psikologis.  Kesedihan yang berlanjut karena kehilangan anggota keluarga atau harta  benda serta gangguan emosional lainnya merupakan reaksi normal dalam  situasi yang tidak normal. Hanya mereka sajakah yang berpotensi  mengalaminya? Tentu tidak, terlebih dalam era teknologi informasi  seperti sekarang ini. Peristiwa di sebuah tempat dalam hitungan jam  bahkan menit sudah bisa diketahui dari tempat yang ratusan bahkan ribuan  kilometer jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Item fulltext --&gt;          &lt;br /&gt;Penelitian tentang hal tersebut mulai banyak dilakukan setelah  Peristiwa 11 September di Amerika Serikat.&amp;nbsp; &lt;em&gt;Dart Center for  Journalism and Trauma,&lt;/em&gt; sebuah lembaga yang bergerak dalam  penyediaan sumber informasi bagi jurnalis yang meliput kekerasan dan  peristiwa traumatis, dalam beberapa penelitiannya menyimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Liputan atau tayangan media berkaitan dengan suatu tragedi  mengganggu pada sebagian besar orang dewasa yang mengalami peristiwanya  langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penelitian sesaat setelah kejadian: (1) Sejumlah orang dewasa yang  mengalami kejadian langsung menunjukkan hubungan positif antara liputan  media dengan gejala depresi dan &lt;em&gt;Post Traumatic Stress Disorder&lt;/em&gt;  (PTSD/gangguan stres pasca trauma). (2) Sejumlah orang dewasa yang tidak  mengalami langsung kejadian menunjukkan hubungan positif antara liputan  media dengan gejala stres dan kecemasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penelitian setelahnya mengindikasikan: (1) Pada sejumlah orang  dewasa yang mengalami kejadian langsung ada hubungan positif antara  liputan media dengan prevalensi terjadinya PTSD. (2) Pada orang dewasa  yang tidak mengalami kejadian langsung ada hubungan positif antara  liputan media dengan gejala stres.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada hubungan yang positif antara laporan liputan media dan gejala  PSTD pada sejumlah anak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melihat tayangan televisi tentang peristiwa traumatis memperkuat  hubungan antara liputan media dengan gejala PTSD baik pada anak maupun  orang dewasa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan reaksi apa yang akan muncul ketika seorang jurnalis tetap  memaksa menanyakan bagaimana proses terjadinya gempa pada seorang  penyintas yang masih kebingungan dan berduka karena kehilangan  keluarganya? Hal apa yang timbul di masyarakat jika ada judul berita  seperti ini: “100 ribu orang tewas dalam bencana terburuk abad ini”  disertai gambar berita tentang kehancuran yang dahsyat. Jika merujuk  beberapa hasil penelitian sebelumnya akan sangat mungkin dampak bencana  yang lebih luas bukan hanya dialami oleh mereka yang ada di lokasi,  tetapi bisa menyebar lebih luas lagi pada orang-orang yang membaca,  mendengar, atau menyaksikan berita itu. Liputan yang berulang-ulang pada  satu gambaran tragis akan memperkuat dampak negatif yang muncul. Contoh  yang paling terkenal adalah ketika televisi menayangkan secara berulang  pesawat yang menabrak gedung WTC dan orang-orang yang terjun dari  gedung pada Peristiwa 11 September atau gelombang tsunami yang memasuki  kota Banda Aceh.&lt;br /&gt;Lantas, peran apa yang bisa diambil oleh media dalam proses pemulihan  psikologis khususnya ketika meliput dampak bencana? Prinsip umum yang  harus dikedepankan adalah nilai kemanusiaan dan kepedulian pada  penyintas atau mereka yang terkena dampak bencana. Artinya sebisa  mungkin liputan media mendukung proses pemulihan bukan malah memperkuat  timbulnya gejala gangguan.&lt;br /&gt;Berikut ada beberapa peran yang bisa dilakukan jurnalis dalam meliput  peristiwa traumatis&amp;nbsp; yang disarikan dari dari beberapa sumber:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memberikan informasi yang dapat dipercaya dengan selalu  mempertimbangkan dampak liputan bagi semua pihak yang terkait guna  menghindari efek traumatis pemberitaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu proses pemulihan dengan memberikan informasi&amp;nbsp; pada  masyarakat tentang hal-hal yang bisa mereka lakukan untuk mendukung  proses pemulihan.&amp;nbsp; Misalnya media dapat menuliskan ide-ide bahwa proses  pemulihan akan lebih terbantu jika masyakarat segera kembali ke  rutinitas mereka atau cerita pengalaman mereka yang bisa memanfaatkan  potensi yang masih ada untuk bangkit dari keterpurukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Psikoedukasi ke masyarakat tentang hal yang berkaitan dengan  kemungkinan bahaya dan rencana yang bisa dilakukan ketika bencana  terjadi.&amp;nbsp; Media memegang peranan penting dalam memperkuat kemampuan  komunitas dalam persiapan menghadapi bencana serta merespon peristiwa  traumatis. Semakin banyak orang yang terinformasikan akan semakin  memperkuat kapasitas komunitas dalam mengurangi dampak buruk bencana.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal-hal di atas, peran media dalam proses pemulihan adalah  suatu hal yang tidak bisa diabaikan. Dan pada akhirnya peran media dalam  proses pemulihan atau pengurangan resiko dampak bencana perlu lebih  dapat mendapatkan perhatian lagi. Media harus dapat menjadi bagian dari  solusi bukan malah menambah permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://www.puskrispsiui.or.id/"&gt;by Fakultas UI &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-5110643590108684974?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/5110643590108684974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/dbs-habbazzaitun.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/5110643590108684974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/5110643590108684974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/dbs-habbazzaitun.html' title='Menghadapi trauma dan permasalahnya'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-1681734115789902066</id><published>2009-11-03T21:08:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T20:51:54.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis PeDe'/><title type='text'>Menghadapi Perasaan Bersalah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S36XJu_Qr8I/AAAAAAAAAQM/aqRQ8_TBTGs/s1600-h/gantung-diri-kartun.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S36XJu_Qr8I/AAAAAAAAAQM/aqRQ8_TBTGs/s320/gantung-diri-kartun.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://i.ixnp.com/images/v6.20.1/t.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://i.ixnp.com/images/v6.20.1/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaan gelisah itu biasa terjadi dari setiap kita yang merasa  bersalah.semua terjadi karna banyak sekali faktornya diantaranya&lt;br /&gt;1.sengaja&lt;br /&gt;2.sudah menjadi kebiasaan&lt;br /&gt;3.khilaf atau lupa&lt;br /&gt;4 atau bahkan tidak sengaja dll&lt;br /&gt;&lt;span id="more-13"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;semua terjadi bisa kepada siapa saja.orang tua,anak kecil,dewasa,dan  sebagainya.bahkan sehebat-hebatnya orang kalo dia merasa bersalah dengan  anak kecil sekalipun dia akan merasa takut juga jika itu demikianlah  wajarnya.seperti contohnya kalo kita membuat seorang anak kecil menagis  padahal semua dilakukan dengan cara tidak sengaja maka si orang dewasa  itupun akan merasa ketakutan juga kan?&lt;br /&gt;Dalam hal ini adalah sebuah pengalaman yang saya dapati selama saya  hidup.”berdosa”adalah sebuah kata yang sudah diberi tanda kutip sejak  kita masih anak-anak kadang orang tua kita selalu mengingatkan kita agar  kita jangan sekali-kali berdekatan dengan dosa.Dalam bab ini,saya  menyipak perilaku beberapa teman yang apabila dia merasa bersalah kadang  dia takut bahkan kadang juga memancing orang untuk melarikan diri dari  masalah tersebut atau bahkan dia bisa saja nekad bunuh diri karna  masalah yang menghinggap di dalam dirinya.&lt;br /&gt;masalah yang terjadi biasanya karna hutang,karna  perjudian,pemerkosaan,atau yang lainya.nah dari hal inilah saya mengajak  pembaca sekalian agar kita bisa bersama-sama mencermati bahwa  sesungguhnya permasalahan yang terjadi di dunia ini adalah tidak lain  karna kita sudah memulainya yang berarti lain kita harus bisa-bisanya  mengaca diri dan berintrofeksi diri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-1681734115789902066?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/1681734115789902066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/dbs-syifa-noni.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/1681734115789902066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/1681734115789902066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/dbs-syifa-noni.html' title='Menghadapi Perasaan Bersalah'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/S36XJu_Qr8I/AAAAAAAAAQM/aqRQ8_TBTGs/s72-c/gantung-diri-kartun.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-602693577159981546</id><published>2009-11-03T21:04:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T20:55:08.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecewa'/><title type='text'>Dapat tersenyum walau sakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap hari rasanya ingin selalu bisa berbuat lebih baik dari  sebelumnya, tapi itu tidak mudah. Sungguh membutuhkan kesabaran dan  keikhlasan yang tinggi.&lt;br /&gt;Apalagi pada saat kita merasa semua sulit, serasa tidak ada jalan terang  sedikitpun. Sakit rasanya jika kita tiba disaat yang sulit, apapun  terasa berat…bahkan untuk sekedar tersenyum. Padahal dengan tetap  tersenyum ada energi positif yang tetap mengalir untuk menetralkan  energi negatif dari rasa marah, sedih, gundah dan semua rasa yang tidak  mengenakkan.&lt;br /&gt;Tapi kadang berusaha sedikit lebih keras agar tetap bisa tersenyum, akan  membuat kita sadar bahwa masih ada jalan terang yang akan Allah  berikan. Semua ada ujungnya, sedih tidak selalu menyertai…karena bahagia  masih setia menunggu disana…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-602693577159981546?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/602693577159981546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/marketing-plan-dfi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/602693577159981546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/602693577159981546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/marketing-plan-dfi.html' title='Dapat tersenyum walau sakit'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-2743785886962453602</id><published>2009-11-03T21:03:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T21:02:22.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecewa'/><title type='text'>Pengendalian amarah dengan atur Nafas</title><content type='html'>Salah satu bentuk  ketidakstabilan emosi adalah munculnya rasa marah. Menurut para ahli  ilmu jiwa, amarah adalah &lt;em&gt;the chief saboteur of the mind&lt;/em&gt; yaitu  faktor utama yang seringkali melumpuhkan kerja akal manusia yang sehat,  seperti yang dikatakan oleh Mehrabian. Amarah dapat bersifat destruktif  (merusak) khususnya jika itu merupakan ekspresi emosi yang tak  terkendalikan, seperti yang diungkapkan oleh Freud (dalam Townsend,  1993:209) amarah merupakan ekspresi instinktual yang mendalam sebagai  tindakan dari &lt;em&gt;self-destructive&lt;/em&gt;. Akan tetapi amarah juga bisa  bersifat konstruktif, kalau motivasi kita untuk mengoreksi kesalahan  atau mengingatkan kita untuk dapat berpikir secara lebih baik. &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain itu menurut  Witherington (1998:90) marah merupakan salah satu bentuk emosi yang  tidak menyenangkan atau yang disebut sebagai emosi negatif yang dapat  mengacaukan salah satu kebutuhan. Apabila kita tidak bisa  mengendalikannya dengan baik, maka rasa marah bukan hanya akan merugikan  orang lain yang ada di sekitar kita, tapi juga akan merugikan diri kita  sendiri karena amarah juga dapat menjadi salah satu indikator beberapa  jenis penyakit. Seperti halnya emosi yang lain, amarah disertai oleh  adanya perubahan biologis dan psikologis, seperti; meningkatnya tekanan  darah yang dapat mempengaruhi kerja hormon, adrenalin dan &lt;em&gt;noradrenalin&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Supaya terhindar dari  akibat-akibat negative dari amarah tersebut, kita harus bisa  mengendalikannya dengan baik. Towsend (1993:239) mengatakan bahwa  apabila amarah dapat dikendalikan dengan baik, akan menjadi konstruktif  sifatnya. Sedangkan fungsi pengendalian amarah yang konstruktif menurut  Townsend meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1)  &lt;!--[endif]--&gt;Kekuatan amarah bermanfaat bagi mobilisasi tubuh dalam &lt;em&gt;self-defense&lt;/em&gt;  (pertahanan diri).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2)  &lt;!--[endif]--&gt;Amarah sebagai bentuk komunikasi yang asertif dapat  bermanfaat bagi penyelesaian konflik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3)  &lt;!--[endif]--&gt;Pengungkapan amarah dengan benar akan menghindari gejala  stres.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4)  &lt;!--[endif]--&gt;Apabila amarah dapat dikontrol dengan perasaan pada saat  situasi tertentu, maka individu akan mampu merubah situasi yang  membuatnya tidak nyaman sebagai tindakan yang asertif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5)  &lt;!--[endif]--&gt;Amarah dapat bermanfaat bagi &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; (harga  diri), ketika hal itu diungkapkan sebagai ekspresi asertivitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut &lt;em&gt;Review  on Woman’s Anger and Other Emotions&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://www.csc-scc.gc.cs/text/prgm/fsw/fsw22/fsw22e14.shtml"&gt;http://www.csc-scc.gc.cs/text/prgm/fsw/fsw22/fsw22e14.shtml&lt;/a&gt;)  dikatakan bahwa amarah yang positif dapat membantu untuk  mengidentifikasi masalah (Lerner,1990), memobilisasi energi untuk  merespon ancaman (Pearson,1993), dapat menjadi pesan bahwa ada sesuatu  yang tidak benar (Lerner, 1985;Potter-Efron &amp;amp; Potter-Efron, 1991;  Denham &amp;amp; Bultemeier, 1993) serta memperlihatkan kepada individu  bagaimana melakukan perubahan, berkembang dan menjaga dirinya  (Estes,1992, Thomas,1993c).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"&gt;Salah satu  cara yang bisa mengendalikan rasa marah adalah dengan melakukan  relaksasi pernapasan &lt;em&gt;(deep breathing).&lt;/em&gt; Menurut Charlesworth dan  Nathan (1996:43) relaksasi merupakan suatu teknik untuk membantu  seseorang mencapai keadaan rileks dengan cepat dalam berbagai situasi.  Terry Mason (&lt;a href="http://www.healthanswers.com%29/"&gt;www.healthanswers.com)&lt;/a&gt;  mengungkapkan bahwa relaksasi merupakan suatu filosofi dan metode yang  menekankan pada kekuatan pikiran dan badan. Seringkali relaksasi juga  dilakukan dengan mendengarkan suara, mengulangi kata-kata atau pun  dengan berdoa. Selain itu sensasi tubuh juga sangat diperhatikan sebagai  fokus dalam meningkatkan metabolisme serta mencapai keadaan rileks.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teknik relaksasi  menurut Townsend (1993:198-206) dikenal dengan berbagai macam bentuk,  yaitu latihan pernafasan &lt;em&gt;(deep breathing therapy)&lt;/em&gt;, peregangan  otot &lt;em&gt;(progressive relaxation)&lt;/em&gt;, meditasi, imajinasi &lt;em&gt;(mental  imagery)&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;biofeedback&lt;/em&gt; dan latihan fisik &lt;em&gt;(physical  exercise)&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"&gt;Latihan  pernafasan ini merupakan teknik yang paling sederhana dan mudah bagi  seseorang terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan pengendalian  amarah dengan cepat. Selain itu, teknik ini memiliki kelebihan dapat  dilakukan dimana saja dan kapan saja. Teknik ini akan lebih bermanfaat  jika dilakukan selama tiga sampai empat kali dalam sehari ketika  mengalami ketegangan berpikir akibat sesuatu hal yang tidak  menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prosedur latihan  pernafasan menurut Townsend (1993:200) adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.  &lt;!--[endif]--&gt;Mencari posisi yang nyaman dengan duduk.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.  &lt;!--[endif]--&gt;Letakkan satu tangan diatas perut dan satu tangan di  pinggang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.  &lt;!--[endif]--&gt;Hirup nafas dari hidung dengan pelan secara mendalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.  &lt;!--[endif]--&gt;Kemudian tahan nafas untuk beberapa saat seperti yang  anda mampu sebelum dikeluarkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.  &lt;!--[endif]--&gt;Keluarkan nafas dari mulut anda dengan mengatur  kecepatannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.  &lt;!--[endif]--&gt;Rasakan perut anda merasa lebih nyaman dari sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;7.  &lt;!--[endif]--&gt;Ulangi pernafasan beberapa kali dan fokuskan pada suara  serta pikiran anda ketika bernafas untuk menjadi rileks dan lebih  rileks.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;8.  &lt;!--[endif]--&gt;Lanjutkan latihan pernafasan untuk 5 sampai 10 menit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut  Davis, Eshelman, dan McKay (1988:29-30) prosedur teknik pernafasan  mendalam adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.  &lt;!--[endif]--&gt;Rebahkan diri diatas permadani atau tikar di lantai.  Tekuk kedua lutut dan renggangkan kaki anda ± 8 inci, dengan jari  mengarah sedikit keluar. Pastikan bahwa tulang belakang anda lurus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.  &lt;!--[endif]--&gt;Amati tubuh anda yang tegang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.  &lt;!--[endif]--&gt;Letakkan satu tangan di atas perut dan satu tangan di  atas dada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.  &lt;!--[endif]--&gt;Tarik napas pelan-pelan dan dalam melalui hidung masuk ke  dalam perut mendorong tangan anda sekuat-kuatnya selama anda merasa  nyaman. Dada anda harus hanya sedikit bergerak dan bersamaan dengan  pergerakan perut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.  &lt;!--[endif]--&gt;Jika anda merasa mudah dengan langkah keempat, tersenyum  sedikit, tarik napas melalui hidung dan hembuskan melalui mulut,  ciptakan ketenangan, rileks, desingkan udara seperti angin seraya anda  meniupkan udara dengan lembut keluar. Mulut, hidung dan rahang anda akan  rileks. Ambil napas panjang, pelan, dalam yang membesarkan dan  mengecilkan perut. Fokuskan pada bunyi dari pernapasan sambil anda  merasa semakin rileks.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.  &lt;!--[endif]--&gt;Lanjutkan napas dalam selama lima atau sepuluh menit  setiap kali, satu atau dua kali sehari, selama dua kali seminggu.  Kemudian, jika anda suka, perpanjang waktunya sampai 20 menit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;7.  &lt;!--[endif]--&gt;Pada akhir setiap kali pernapasan dalam, gunakan waktu  sejenak untuk sekali lagi mengamati tubuh anda yang tegang. Bandingkan  ketegangan yang anda rasakan pada akhir latihan dengan yang anda alami  pada awal latihan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;8.  &lt;!--[endif]--&gt;Bila anda telah terbiasa dengan pernapasan perut, lakukan  setiap saat anda menginginkannya sepanjang hari saat anda duduk atau  berdiri. Konsentrasikan pada gerakan perut ke atas dan ke bawah, udara  keluar masuk paru-paru anda dan perasaan rileks yang dihasilkan dengan  napas dalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;9.  &lt;!--[endif]--&gt;Bila anda telah belajar merilekskan diri dengan  menggunakan napas dalam, lakukanlah setiap kali anda merasa tegang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;Cobalah teknik  relaksasi pernapasan tersebut dan pilihlah dari dua prosedur teknik  pernapasan diatas mana yang paling membuat anda nyaman dan memungkinkan  untuk dilakukan, maka perlahan-lahan anda akan bisa menguasai rasa marah  yang datang sehingga situasi yang semula kacau akan  lebih mudah  dikendalikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-2743785886962453602?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/2743785886962453602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/aplikasi-dbs-snoop-mobile.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/2743785886962453602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/2743785886962453602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/aplikasi-dbs-snoop-mobile.html' title='Pengendalian amarah dengan atur Nafas'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-7996667776942842943</id><published>2009-11-03T20:57:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T22:23:39.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Anak'/><title type='text'>Seorang Anak pipis sambil berhitung</title><content type='html'>&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;Ada-ada saja perilaku yang lucu dari  anak-anak. Sejak kelahiran adiknya, Kirana…saya mulai menanamkan agar  Azmi sang kakak bisa pipis di kamar mandi dengan mandiri. Dulu dia  selalu minta bantuan untuk menyiram pipisnya, sekarang alhamdulillah dia  sudah bisa sendiri.&lt;br /&gt;Tapi ada yang lucu, setiap saat dia pipis..selalu terdengar suara  “satu(setelah dia menyiram satu gayung), dua..sampai sepuluh”. Karena  saya awalnya bilang “yang banyak ya nak nyiramnya, biar nggak bau..”  nggak taunya dia nyiram sampai sepuluh gayung…hehehe. Akhirnya saya  kasih tahu lagi, “jangan banyak-banyak nyiramnya, empat aja…yang penting  disiram semua…”. Ternyata kebiasaan menghitung setiap gayung yang dia  siram, begitu tertanam dalam pikirannya. Mungkin karena dia takut salah,  jadi setiap pipis…hitungan tiap gayung satu sampai empat itupun selalu  terdengar. Saya dan papanya tertawa diam-diam setiap kali mendengarnya.  Yah…apa boleh buat, kadang menanamkan kebiasaan yang baik dan  kedisiplinan harus jelas supaya anak tidak salah memahaminya. Ada  baiknya juga dia sambil berhitung, kemampuan numeriknya semakin  terlatih. Kak Azmi piter ya sayang…hehehe…mama papa bangga karena  sekarang kakak lebih mandiri sejak adik Kirana lahir.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-7996667776942842943?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://neneng-dbs.co.cc' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/7996667776942842943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/jadwal-training-dbs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/7996667776942842943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/7996667776942842943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/11/jadwal-training-dbs.html' title='Seorang Anak pipis sambil berhitung'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-186460797410621785</id><published>2009-10-04T23:39:00.016+07:00</published><updated>2010-02-20T00:13:59.323+07:00</updated><title type='text'>Contact us</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #38761d; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SsjPqpzG8tI/AAAAAAAAADQ/h-oCUQTc0Jo/s1600-h/adin+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SsjPqpzG8tI/AAAAAAAAADQ/h-oCUQTc0Jo/s200/adin+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form accept-charset="UTF-8" action="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=508188" enctype="multipart/form-data" method="post"&gt;&lt;table bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Silahkan Isi Form dibawah Ini Untuk Menghubungi saya Atau jika Anda berkenan memasang Iklan di Blog saya Tank's atas kesediaanya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div id="mainmsg"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table bgcolor="#ffffff" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Nama&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input name="FieldData0" size="30" type="text" /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Email &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input name="FieldData1" size="30" type="text" /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Website/Blog&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input name="FieldData2" size="30" type="text" /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Judul Pesan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input name="FieldData3" size="30" type="text" /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt;&lt;span style="color: #3333cc; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Isi Pesan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;textarea cols="60" name="FieldData4" rows="10"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt;&lt;table bgcolor="#99ffff" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#0033ff"&gt;&lt;td class="label" colspan="2"&gt;&lt;span style="color: #99ffff; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Image Verification&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="captcha" style="padding: 2px;" width="10"&gt;&lt;img alt="captcha" id="captcha" src="http://www.emailmeform.com/turing.php" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="field" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Please enter the text from the image&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;input maxlength="100" name="Turing" size="10" type="text" value="" /&gt; [ &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6389716546068350546&amp;amp;postID=8264359162230215633#" onclick=" document.getElementById('captcha').src = document.getElementById('captcha').src + '?' + (new Date()).getMilliseconds()"&gt;Refresh Image&lt;/a&gt; ] [ &lt;a href="http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;amp;pt=popup" onclick="window.open('http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;amp;pt=popup','_blank','width=400, height=500, left=' + (screen.width-450) + ', top=100');return false;"&gt;What's This?&lt;/a&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;&lt;input maxlength="100" name="hida2" size="3" style="display: none;" type="text" value="" /&gt;&lt;input class="btn" name="Submit" type="submit" value="Kirim Email" /&gt;    &lt;input class="btn" name="Clear" type="reset" value="  Clear  " /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" colspan="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;YAHOO MESSeNGER&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?amarscell"&gt;                                          &lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=amarscell&amp;amp;m=g&amp;amp;t=9&amp;amp;l=us" /&gt;   &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?amarscell"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-186460797410621785?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/186460797410621785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/186460797410621785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/186460797410621785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/10/blog-post.html' title='Contact us'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SsjPqpzG8tI/AAAAAAAAADQ/h-oCUQTc0Jo/s72-c/adin+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1979928239622520550.post-8111948123740476891</id><published>2009-10-04T22:16:00.014+07:00</published><updated>2010-02-19T22:26:50.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krisis PeDe'/><title type='text'>Sulitnya Untuk berkata</title><content type='html'>Kadang, kita sering merasa bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan  kata hati. Tapi, ternyata tidak gampang untuk menyatakannya, apalagi  untuk orang terdekat…banyak kekhawatiran yang membuat kita mengurungkan  niat.&lt;br /&gt;Khawatir akan menyakiti orang lain, membuat orang lain tersinggung,  berdampak buruk dll. Lebih susahnya lagi kekhawatiran itu ternyata  sebanding dengan ketidak sukaan atau ketidakrelaan terhadap sesuatu.&lt;br /&gt;Pada saat mengalami hal ini, semua terasa sangat berat. Tapi ada satu  hal yang bisa kita lakukan…yaitu memberikan contoh, supaya orang yang  kita maksud perlahan-lahan bisa berpikir…bahwa apa yang telah  dilakukannya adalah sebuah kesalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1979928239622520550-8111948123740476891?l=joernalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joernalists.blogspot.com/feeds/8111948123740476891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/10/pt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/8111948123740476891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1979928239622520550/posts/default/8111948123740476891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joernalists.blogspot.com/2009/10/pt.html' title='Sulitnya Untuk berkata'/><author><name>Adin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9Xpw2kpQ0s/SufmHsvXQjI/AAAAAAAAAFw/kwS2f0O4h-M/S220/gwcrop3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
